MembangunOffshore Platform (Anjungan Lepas Pantai) Kandungan minyak dan gas bumi yang terkandung di perut bumi ternyata tidak hanya terdapat di bawah daratan melainkan juga di bawah dasar laut. Untuk mengambilnya tentu saja diperlukan suatu peralatan (struktur) pendukung dengan teknologi yang maju yang dapat bertahan dari ganasnya terjangan gelombang laut. Anjungan lepas pantai adalah struktur at bagisektor usaha atau pekerjaan tertentu (misalnya pengeboran minyak lepas pantai, sopir angkutan jarak jauh, penerbangan jarak jauh, pekerjaan dikapal (laut) atau penebangan hutan. Pasal 77 Undang-Undang Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa setiap pengusaha wajib melaksanakan ketentuan waktu kerja apabila dilakukan Baikdi darat maupun lepas pantai, pengeboran minyak adalah pekerjaan yang berpotensi berbahaya di hampir setiap saat. Bahkan dalam kondisi yang paling ideal, bahaya dapat berkembang. Supervisor pengeboran biasanya diharapkan siap untuk menangani situasi ini tanpa membahayakan krunya atau dirinya sendiri. Supervisor pengeboran dapat menyiapkan Banyaknyanelayan yang mencari ikan di laut mengharuskan pihak yang terkait memberikan pengertian untuk tidak mendekati rig pengeboran minyak lepas pantai. Pengeboran minyak lepas pantai ini tentu saja untuk mendapatkan pasokan minyak. Indonesia memiliki banyak titik tambang minyak lepas pantai. Setidaknya ada puluhan lokasi penambangan yang Caridari Pengeboran Minyak Lepas Pantai foto stok, potret, dan gambar bebas royalti dari iStock. Temukan foto stok berkualitas tinggi yang tidak akan Anda temukan di mana pun. TranslatePDF. WAWASAN SOSIAL BUDAYA MARITIM Nama : Yohanes Yoseph Deo NIM : H031 17 1504 Topik : Pengeboran Minyak Bumi Judul : Pengeboran Minyak Bumi di Lepas Pantai Kota Balikpapan A. Pengantar Dewasa ini tanpa kita sadari kehidupan kita tidak luput dari minyak bumi. Pernahkah kita berpikir darimana asal plastik, PVC, dan tupperware yang OOvI. Posted by Administrator on August 10, 2012 at 630 AM PENDAHULUANIndonesia merupakan negara kepulauan, maka wajar kalau terdapat banyak aktivitas khususnya dalam ruang lingkup bidang kelautan yaitu Sumber PKSPL IPB, dikutip dari Bahan Kuliah Ekonomi Kelautan Prof. Dr. Tridoyo KusumastantoGambar 1. Ruang Lingkup Bidang KelautanPesisir merupakan wilayah yang sangat berarti bagi kehidupan manusia di bumi. Sebagai wilayah peralihan darat dan laut yang memiliki keunikan ekosistem, dunia memiliki kepedulian terhadap wilayah ini, khususnya di bidang lingkungan dalam konteks pembangunan berkelanjutan sustainable development.Potensi pembangunan yang terdapat di wilayah pesisir dan lautan dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu 1 Sumber Daya dapat pulih renewable resources, 2 Sumber daya tak dapat pulih non renewable resources dan 3 Jasa - jasa lingkungan environmental services.Sumberdaya dapat pulih terdiri atas hutan mangrove, terumbu karang, padang lamun dan rumput laut serta sumber daya perikanan laut. Pengertian sumberdaya perikanan laut sebagai sumber daya yang dapat pulih, sering disalahtafsirkan sebagai sumberdaya yang dapat dieksploitasi secara terus menerus tanpa batas. Sumberdaya tidak dapat pulih meliputi seluruh mineral dan geologi, misalnya mineral terdiri dari tiga kelas, yaitu kelas A mineral strategis, misalnya minyak, gas, batubara; kelas B mineral vital meliputi emas, timah, nikel, bauksit, biji besi, dan kromit, dan kelas C mineral industri termasuk bahan bangunan dan galian seperti granit, kapur, tanah liat dan pasir. Berbagai potensi sumber daya mineral wilayah pesisir dan lautan di Indonesia merupakan penghasil devisa utama dalam beberapa dasawarsa pesisir dan lautan Indonesia juga memiliki berbagai macam jasa lingkungan yang sangat potensial bagi kepentingan pembangunan dan bahkan kelangsungan hidup manusia. Jasa jasa lingkungan meliputi fungsi kawasan pesisir dan lautan sebagai tempat rekreasi dan pariwisata, media transportasi dan komunikasi, sumber energi, sarana pendidikan dan penelitian, pertahanan keamanan, penampungan limbah, pengatur iklim climate regulator, kawasan perlindungan konservasi dan preservasi, dan sistem penunjang kehidupan serta fungsi ekologis sumberdaya wilayah pesisir dan lautan di Indonesia dari sudut pandang pembangunan berkelanjutan sustainable development diperhadapkan dengan kondisi ada wilayah yang sudah dimanfaatkan dikembangkan dengan intensif sehingga adanya indikasi telah terlampauinya daya dukung atau kapasitas berkelanjutan potensi lestari dan ada wilayah yang sama sekali belum dimanfaatkan atau satu Aktivitas perekonomian utama yang menimbulkan permasalahan pengelolaan sumberdaya dan lingkungan wilayah pesisir dan lautan, adalah pangilangan minyak dan gas yang berupa tumpahan minyak ataupun kesalahan dalam pengeboran, misalnya kebocoran pipa dan hal hal dalam kenyataannya dari data PDB Bidang Kelautan atas dasar harga berlaku pada tahun 1995 – 2005, sektor yang menempati posisi teratas adalah sektor pertambangan minyak dan gas, seperti tabel dibawah ini Tabel 1. PDB Bidang Kelautan atas dasar harga berlaku pada tahun 1995 – 2005 menurut sektor Milyar Rupiah.Sumber Kusumastanto, 2006 Secara sektoral pertambangan selalu dilihat dalam kacamata kontinental, karena umumnya pertambangan berbasis daratan. Dari kacamata ekonomi makro sektor pertambangan laut ini memiliki nilai ICOR sebesar 3,64. Nilai ini cukup besar, karena memang untuk melakukan kegiatan investasi pertambangan memerlukan dana yang besar sejak proses eksplorasi sampai pembangunan instalasi pengeboran khususnya dalam perminyakan dan gas alam. Dengan demikian sektor ini memiliki resiko yang besar namun penerimaannya juga memiliki potensi pertambangan dan energi yang cukup besar namun pengembangannya terkendala oleh investasi dan teknologi. Sehingga walaupun potensi besar namun cadangan terbukti semakin kontribusi yang sangat besar diakibatkan resiko yang besar, maka sektor ini perlu diperhatikan oleh pemerintah Republik Indonesia, agar eksploitasi yang dilakukan tidak mengancam ketersediaan sumberdaya, karena Tambang Minyak dan gas bumi merupakan sumberdaya yang tidak dapat POTENSIPOTENSI dan kekayaan alam Indonesia yang luar biasa, wilayah nusantara menjadi surga riset ilegal kapal asing. Tujuannya tidak lain adalah untuk kepentingan perusahaan, lembaga atau negara yang ingin menguasai bumi khatulistiwa. Banyak data dan potensi sumber daya alam dicuri karena ketidaktahuan dan ketidakpedulian bangsa era reformasi, survei dan pemetaan laut yang dilakukan pihak asing semakin marak terjadi. Mulai dari kedok kerjasama institusi pemerintah dengan pihak asing, sampai dengan yang jelas-jelas ilegal alias tidak memiliki izin dari pemerintah tersebut tanpa sadar membawa konsekuensi bocornya data negara yang seharusnya dirahasiakan. Informasi tentang medan laut dapat digunakan pihak asing untuk menentukan taktik dan strategi militer, jika mereka ingin menguasai wilayah negara telah memiliki peraturan kerjasama internasional di bidang penelitian dan pengembangan, dengan adanya PP Peraturan Pemerintah No 41 tahun 2006, tentang perizinan kegiatan penelitian dan pengembangan oleh pihak asing di Indonesia. Peraturan pemerintah ini menetapkan ketentuan, persyaratan, kewajiban dan larangan yang harus ditaati lembaga atau peneliti asing, mitra serta lembaga penjamin kegiatan penelitian. Peraturan tersebut harus dilaksanakan pemerintah untuk melindungi masyarakat, bangsa dan negara dari kemungkinan kerugian yang ditimbulkan penelitian pihak penelitian harus mendapat izin dari lembaga penanggung jawab, yaitu Kementerian Riset dan Teknologi, melalui tim yang dibentuk Sekretariat Perizinan Peneliti Asing TKPIPA. Tim ini merupakan pokja interdept yang anggotanya terdiri dari Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Mabes POLRI, BIN, LIPI, BPPT, serta kementerian lain yang disesuaikan dengan misi itu, kapal survei asing yang akan digunakan di Indonesia juga harus memenuhi persyaratan yang ditentukan Kementerian Pertahanan. Karena kapal riset asing bukan sekadar lewat, tetapi membawa data informasi kondisi laut Indonesia. Jika tidak berhati-hati data laut Indonesia bisa berpindah pemerintah sendiri tidak konsekuen menjalankan peraturan tersebut. Kondisi ini diperparah dengan terjadinya benturan antar peraturan yang ada. Sebagai contoh, Undang-undang No 22 tahun 2001 yang mengatur tentang minyak dan gas. Aturan ini memberikan peluang bagi pihak asing untuk melakukan kegiatan survei dan pemetaan lepas pantai dengan cara mudah, yaitu cukup memperoleh izin dari Dirjen Migas tanpa koordinasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan, seperti yang diatur peraturan sebelumnya. Padahal, sudah sangat jelas bahwa penggunaan peneliti dan kapal asing harus mendapat persetujuan Security Clearance dari pihak Kementerian yang rumit serta panjangnya waktu untuk proses perizinan inilah yang menjadi bahan pertimbangan bagi para pelaku mitra kerja dan lembaga penjamin di Indonesia pemenang tender mencari jalan pintas dengan cara mengambil celah-celah hukum agar survei laut tetap “legal”, tanpa melewati prosedur. Hal ini terjadi, karena bagi mereka yang dipikirkan adalah benefit yang harus diperoleh. Memotong jalur birokrasi berarti menghemat waktu dan biaya yang harus Deputi bidang pengembangan Kekayaan Alam, BPPT dari 60 cekungan minyak yang trekandung dalam alam Indonesia, sekitar 70% atau sekitar 40 cekungan terdapat dilaut. Dari 40 cekungan itu, 10 cekungan telah diteliti secara intensif, 11 baru diteliti sebagian, sedang 29 belum terjamah. Diperkirakan 40 cekungan itu berpotensi menghasilkan 106,2 milyar barel setara minyak, namun baru 16,7 milyar barel yang diketahui dengan pasti 7,5 milyar barel diantaranya sudah dieksploitasi. Sedangkan sisanya sebesar 89,5 milyar barel terkandung dilepas pantai, yang lebih dari separuhnya atau sekitar 32,8 milyar barel terdapat dilaut hasil kajian Team Evaluasi Cadangan Potensial TECP, angka potensi sumberdaya migas per status 1 januari 1998 yang siap dieksplorasi adalah sebesar 120,62 milliar BOE Barrels of oil Equivalent, terdiri atas 71,14 milliar barel minyak bumi dan 49,48 milliar BOE gas bumi atau 296,87 TSFC Trillion Standard cubic Feet terakumulasi pada 60 cekungan sedimen berumur tersier yang tersebar diseluruh Indonesia. Data yang diperoleh dari direktorat Jenderal Minyak dan Gas bumi DPE cadangan potensi minyak bumi Indonesia pada tahun 1998 sebesar 9,7 milliar barell dibandingkan dengan cadangan minyak bumi pada tahun 1995 yang hanya 9,1 milliar barell. Sekitar 57% dari 9,7 milliar barell tersebut atau 5,5 milliat barell berada diwilayah Sumatera Tengah. B. PENGEBORAN LEPAS PANTAIPengeboran lepas pantai biasanya mengacu pada penemuan dan pengembangan sumber daya minyak dan gas yang terletak di bawah air. Paling umum, istilah ini digunakan untuk menggambarkan minyak ekstraksi lepas pantai benua, meskipun istilah ini juga dapat berlaku untuk pengeboran di danau dan laut pedalaman. pengeboran lepas pantai menyajikan tantangan lingkungan hidup, terutama di Arktik atau dekat dengan pantai. Kontroversi termasuk yang sedang berlangsung perdebatan pengeboran lepas pantai AS. Ada berbagai jenis platform untuk kegiatan pengeboran lepas pantai, dari perairan dangkal jaket baja dan tongkang jackup , untuk mengambang semisubmersibles dan drillships mampu beroperasi di perairan yang sangat SEJARAHSekitar 1891, sumur minyak pertama dibor terendam dari platform dibangun di atas tumpukan di perairan segar dari Grand Lake St Marys alias Mercer County Waduk di Ohio . Sumur tersebut dikembangkan oleh perusahaan lokal kecil seperti Bryson, Riley Minyak, Jerman-Amerika, dan Minyak Banker’ tahun 1896, sumur minyak pertama terendam dalam air garam dibor di bagian dari lapangan Summerland memperpanjang bawah Santa Barbara Channel di California . The wells were drilled from piers extending from land out into the channel. Sumur dibor dari dermaga memanjang dari luar negeri ke dalam saluran tersebut. Tujuan utama dalam suatu operasi pemboran adalah untuk membuat hubungan antara formasi yang produktif dengan permukaan. Prosedur pembuatan lubang sumur tersebut dibatasi dengan kondisi - kondisi tertentu, baik secara ekonomi maupun secara teknis, sehingga diusahakan untuk mendapatkan hasil secara cepat, murah dan aman. Lubang hasil proses pemboran tersebut dinamakan dengan "lubang sumur well bore". Untuk melindungi dinding lubang dari kemungkinan runtuh, selanjutnya dipasang pipa selubung casing dan disemen. Langkah berikutnya adalah pemasangan fasilitas peralatan produksi untuk mengeluarkan fluida hidrokarbon minyak/gas dari dalam formasi produktif. Sistem peralatan pemboran lepas pantai pada prinsipnya adalah merupakan perkembangan dari sistem peralatan pemboran darat, maka metode operasi lepas pantai membutuhkan teknologi yang baru dan biaya operasi yang mahal, karena kondisi lingkungan laut berbeda dengan kondisi lingkungan 2. Anjungan Lepas PantaiSumber Download gambar Peralatan mutlak yang harus ada dalam operasi pemboran lepas pantai adalah sebuah strutur anjungan platform sebagai tempat untuk meletakkan peralatan pemboran dan produksi. Berbagai macam anjungan telah dibuat, seperti anjungan permanen fixed yang terdiri diatas kaki-kaki beton bertulang. Jenis ini umumnya digunakan pada laut dangkal dan pada lapangan pengembangan sehingga dapat sekaligus menjadi anjungan pemboran dan produksi. Berbagai hambatan alam yang harus diatasi bagi pengoperasian unit lepas pantai. Hambatan tersebut antara lain angin, ombak, arus dan badai. Metode yang dipakai dalam operasi pemboran adalah metode pemboran tumbuk dan metode pemboran berputar rotary drilling. Pada dewasa ini operasi pemboran yang mengalami perkembangan adalah pemboran berputar, sehingga dalam praktikum "Peragaan Peralatan Pemboran" ini, sebagian besar akan mencakup peragaan sistem utama dan sistem penunjang dari pemboran sistem putar, yang meliputi sistem tenaga pengangkatan, pemutar, sirkulasi dan sistem pencegahan semburan liar, serta ditambah dengan sistem penyemenan dan sistem penunjang yang lainnya. Prinsip dasar dari pemboran berputar adalah memutar rangkaian pipa bor dan memberikan beratan di atas pahat dalam membor KajianPengeboran minyak lepas pantai termasuk ke dalam Eksplorasi atau pencarian minyak bumi. Eksplorasi atau pencarian minyak bumi merupakan suatu kajian panjang yang melibatkan beberapa bidang kajian kebumian dan ilmu eksak. Untuk kajian dasar, riset dilakukan oleh para geologis, yaitu orang-orang yang menguasai ilmu kebumian. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab atas pencarian hidrokarbon tersebut. Perlu diketahui bahwa minyak di dalam bumi bukan berupa wadah yang menyerupai danau, namum berada di dalam pori-pori batuan bercampur bersama air. Kajian GeologiSecara ilmu geologi, untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi yang harus ada di daerah tersebut. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak mengandung hidrokarbon. Kondisi itu adalaha Batuan Sumber Source RockYaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon. biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih. batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon C yang didapat dari cangkang – cangkang fosil yang terendapkan di batuan itu. Karbon inilah yang akan menjadi unsur utama dalam rantai penyusun ikatan kimia Tekanan dan TemperaturUntuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan menjadi rantai MigrasiHirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak memungkinkan untuk di ekploitasi karena hidrokarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak dapat mengalir. Sehingga tahapan ini sangat penting untuk menentukan kemungkinan eksploitasi hidrokarbon ReservoarAdalah batuan yang merupakan wadah bagi hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya. Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat, karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting karena pada batuan inilah minyak bumi di Perangkap TrapSangat penting suatu reservoar di lindungi oleh batuan perangkap. tujuannya agar hidrokarbon yang ada di reservoar itu terakumulasi di tempat itu saja. Jika perangkap ini tidak ada maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama sekali. Perangkap dalam hidrokarbon terbagi 2 yaitu perangkap struktur dan perangkap geologi merupakan kajian regional, jika secara regional tidak memungkinkan untuk mendapat hidrokarbon maka tidak ada gunanya untuk diteruskan. Jika semua kriteria di atas terpenuhi maka daerah tersebut kemungkinan mempunyai potensi minyak bumi atau pun gas bumi. Sedangkan untuk menentukan ekonomis atau tidaknya diperlukan kajian yang lebih lanjut yang berkaitan dengan sifat fisik batuan. Maka penelitian dilanjutkan pada langkah berikutnya. Kajian geofisikaSetelah kajian secara regional dengan menggunakan metoda geologi dilakukan, dan hasilnya mengindikasikan potensi hidrokarbon, maka tahap selanjutnya adalah tahapan kajian geofisika. Pada tahapan ini metoda – metoda khusus digunakan untuk mendapatkan data yang lebih akurat guna memastikan keberadaan hidrokarbon dan kemungkinannya untuk dapat di ekploitasi. Data-data yang dihasilkan dari pengukuran - pengukuran merupakan cerminan kondisi dan sifat-sifat batuan di dalam bumi. Ini penting sekali untuk mengetahui apakah batuan tersebut memiliki sifat – sifat sebagai batuan sumber, reservoar, dan batuan perangkap atau hanya batuan yang tidak penting dalam artian hidrokarbon. Metoda-metoda ini menggunakan prinsip-prinsip fisika yang digunakan sebagai aplikasi tersebut adalah1. Eksplorasi seismikIni adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran. kajiannya meliputi daerah yang luas. dari hasil kajian ini akan didapat gambaran lapisan batuan didalam Data resistivitiPrinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori akan di isi oleh fluida. Fluida ini bisa berupa air, minyak atau gas. Membedakan kandungan fluida didalam batuan salah satunya dengan menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida. Fluida air memiliki nilai resistan yang rendah dibandingkan dengan minyak, demikian pula nilai resistan minyak lebih rendah dari pada gas. dari data log kita hanya bisa membedakan resistan rendah dan resistan tinggi, bukan jenis fluida karena nilai resitan fluida berbeda beda dari tiap daerah. sebagai dasar analisa fluida perlu kita ambil sampel fluida didalam batuan daerah tersebut sebagai acuan kita dalam interpretasi jenis fluida dari data resistiviti yang kita Data porositas4. Data berat jenisData ini diambil dengan menggunakan alat logging dengan bantuan bahan radioaktif yang memancarkan sinar gamma. Pantulan dari sinar ini akan menggambarkan berat jenis batuan. Dapat kita bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan berisi hidrokarbon akan mempunyai berat jenis yang DAMPAK PERTAMBANGAN MINYAK LEPAS PANTAIDalam operasi pemboran atau pertambangan minyak lepas pantai tidak selalu berjalan dengan lancar. Adakalanya terjadi permasalahan/hambatan yang bisa mengakibatkan kerugian. Dimulai dari pemilihan lokasi sampai pada proses pengambilan minyak. Berbagai dampak bisa saja terjadi, baik positif maupun negatif. Dampak negatif dari kegiatan ini adalah dapat menimbulkan berbagai substansi, seperti sedimentasi dan pengaliran air asam tambang yang beracun pada kadar tertentu . Semua substansi tersebut akan keluar/dibuang melalui suatu daerah aliran sungai DAS menuju pesisir dan laut di mana sungai tersebut bermuara. Di samping terjadi sepanjang DAS, akumulasi akan substansi tersebut dapat terjadi dalam komponen ekosistem di daerah pesisir dan laut, dan pada kadar tertentu akan merusak ekosistem tersebut. Kerusakan ekosistem dan sumberdaya pesisir dan laut tentu saja akan berdampak luas pada berbagai aspek yang berhubungan dengan kehidupan manusia, karena manusia sangat tergantung pada eksositem dan sumberdaya tersebut. Misalnya, degradasi kualitas lingkungan sebagai tempat hidup yang sehat bagi masyarakat yang bermukim di daerah pesisir. Selain itu degradasi sumberdaya perikanan dan aspek pariwisata. Semuanya itu akan berdampak pada penurunan dan kerugian pada aspek ekonomi, baik untuk masa saat ini maupun di masa yang akan balik semua dampak negatif, sesunggunya ada peluang yang sagat besar bagi Indonesia karena bahan tambang akan selalu dibutuhkan oleh manusia, juga potensi geologis Indonesia yang sangat tinggi dan tentunya demand yang melonjak. Karena itu terkait dengan kendala dan peluang yang dihadapi oleh sektor pertambangan ada beberapa upaya yang dapat dilakukan agar sektor pertambangan dapat tetap menjadi sektor yang penting khususnya dalam bidang kelautan, namun juga dapat tetap menjaga keberlanjutan sumberdaya dan kelestarian lingkungan lautan dan mengatasi berbagai masalah yang terjadi dalam sektor Pertambangan khususnya pengeboran Minyak lepas pantai, maka perlu dilakukan beberapa hal antara lain1. Penetapan kawasan pertambangan untuk perlindungan lingkungan laut dengan mempertimbangkan aspek pengelolaan secara terpadu atas berbagai sumberdaya, fungsi dan estetika lingkungan, serta kualitas ruang2. Perlunya percepatan pengesahan RUU Mineral dan Batubara yang mengatur pemanfaatan mineral dan batubara, sinkronisasi dan harmonisasi kebijakan seluruh produk hukum yang berkenaan dengan sektor pertambangan yang sifatnya lintas sektoral baik pusat maupun daerah, mendorong peningkatan local expenditure dengan meningkatkan pemanfaatan produk dari industri-industri penunjang dalam negeri, mendorong pertumbuhan industri pengolahan produk mineral dalam negeri sehingga dapat meningkatkan nilai tambah produk mineral dan batubara nasional serta kebijakan satu pintu dalam perijinan untuk investasi sektor pertambanganHal hal ini perlu dilakukan oleh pemerintah pusat secara lebih terpadu dan terkoordinasi sedangkan pemerintah daerah seharusnya difungsikan sebagai kooperator dalam pengelolaan dan perlindungan lingkungan laut. Mengingat dampak pencemaran dilaut dapat menyebar ke wilayah lain maka perlindungan lingkungan laut, perlu pula diatur di tingkat PUSTAKAANALISIS INDUSTRI MINYAK DAN GAS DI INDONESIA Masukan bagi Pengelola BUMN Biro Riset LM FEUIAshri, Muhammad, Perlindungan Lingkungan Laut dari Kegiatan Pertambangan Minyak Lepas Pantai Memerlukan pengaturan Lintas Sektoral. Deskripsi Dokumen http // Perpustakaan Universitas Indonesia UI Tesis S2Kusumastanto, Tridoyo, dan Tim Perumus, 2009. Kebijkan Kelautan Indonesia. Dewan Kelautan Indonesia___________________, 2006. Ekonomi Kelautan Ocean Economics – Oceanomics– PKSPL IPB___________________, 2002. Reposisi “Ocean Policy” Dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia Di Era Otonomi Daerah. Orasi Ilmiah Guru Besar Tetap, bidang Ilmu Kebijakan Ekonomi Perikanan dan Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB___________________, dan Tim Penyusun,2010. Kebijakan Ekonomi Kelautan Indonesia. National Ocean Economic Policy – NOEP. Dewan Kelautan Indonesia – DEKIN___________________, dan Tim Penyusun,2010. Kebijakan Tata Kelola Kelautan Indonesia Indonesia Ocean Governance Policy. Dewan Kelautan Indonesia – DEKIN___________________,, 2011. Materi Kuliah 1 Ekonomi Kelautan OCEAN POLICY Introduction. PKSPL – IPB___________________,, 2011. Materi Kuliah Kebijakan Pertambangan Laut . PKSPL – 2005. Ekonomi Kelautan. Divisi Buku Perguruan Tinggi. PT Raja Grafindo Persada Jakarta. Categories Catatan Ella Pengeboran lepas pantai adalah proses mekanis untuk mengebor sumur yang masuk menuju dasar laut. Proses ini umumnya dilakukan untuk eksplorasi dan penambangan minyak bumi yang berada di formasi bebatuan di bawah dasar laut. Istilah ini sering digunakan untuk aktivitas pengeboran di landas benua. Meskipun demikian, aktivitas pengeboran di danau, pengairan air tawar, dan laut tertutup juga dapat menggunakan istilah ini. Sebuah anjungan lepas pantai pengebor minyak bumi di lepas pantai Santa Barbara, California - 6 Desember 2011 Pengeboran lepas pantai dapat menimbulkan tantangan dalam aspek lingkungan, baik lingkungan di pantai maupun lepas pantai itu sendiri. Tantangan ini muncul akibat material hidrokarbon dan produk lainnya yang dihasilkan dalam proses pengeboran. Salah satu kontroversi yang terjadi adalah perdebatan mengenai pengeboran lepas pantai di Amerika Serikat.[1] Terdapat beberapa jenis infrastruktur yang digunakan untuk operasi pengeboran. Beberapa di antaranya adalah anjungan yang berpondasi di dasar laut jackup barge dan swamp barge, kombinasi fasilitas pengeboran dan produksi, dan unit pengeboran laut dalam MODU.[2] Konstruksi Bangunan Offshore dalam Industri Pengeboran Minyak Konstruksi Bangunan Offshore dalam Industri Pengeboran Minyak Jika Anda pernah memperhatikan konstruksi bangunan yang ada di sekitar Anda, pastinya ada berbagai macam bagian di dalam konstruksi tersebut yang sudah Anda kenal sebelumnya. Ditambah lagi, mungkin saja Anda juga sudah mengetahui bagaimana cara memasang komponen atau membuat komponen tersebut. Memang untuk pengetahuan tentang konstruksi bangunan, kebanyakan orang paling tidak sudah mengerti sedikit tentang hal itu. Namun bagaimana dengan konstruksi bangunan offshore? Mungkin tidak banyak yang belum tahu apa itu bangunan offshore sendiri. Namun sebelum membahas tentang konstruksi bangunan offshore, mari membahas tentan apa itu bangunan offshore sendiri. Apa itu offshore dan perbedaannya dengan onshore? Secara harafiah, offshore merujuk pada pekerjaan atau bangunan yang dilakukan atau dibangun lepas pantai. Dalam industri energi, kegiatan offshore biasanya merujuk pada kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi yang dilakukan di lingkungan laut atau sering disebut pengeboran lepas pantai. Itu berarti, perusahaan harus membangun infrastruktur untuk menunjang pekerjaan tersebut yang kemudian disebut sebagai bangunan offshore. Secara garis besar, offshore dan onshore berbeda pada lokasi; offshore dilakukan di perairan atau lepas pantai, sementara onshore berada di garis atau di dalam garis pantai. Perbedaan ini nantinya akan membuat banyak perbedaan lainnya, seperti infrastruktur yang harus dibangun, desain, dan kebutuhan lainnya. Pengertian Bangunan Lepas Pantai Bangunan offshore adalah bangunan yang tidak berada di atas daratan seperti bangunan normal lainnya yang sering Anda temui. Bangunan offshore berdiri kokoh di tengah-tengah laut. Ya, jika Anda pernah melihat gambar kilang minyak di tengah-tengah laut lepas, itulah yang disebut sebagai bangunan offshore. Dari segi kegunaannya sendiri, bangunan offshore memang lebih sering digunakan untuk kilang minyak, karena memang biasanya minyak bumi yang dibutuhkan untuk masyarakat luas, banyak tersedia di tengah-tengah laut. Semakin hari, bangunan offshore berbentuk kilang minyak untuk menambang minyak bumi menjadi semakin banyak. Hal ini dikarenakan kebutuhan masyarakat untuk minyak bumi memang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Namun dari segi bangunan offshore sendiri, banyak yang tidak mengetahui tentang konstruksinya. Padahal konstruksi bangunan offshore sangatlah menarik untuk dibahas dan diketahui, karena ada banyak komponen di dalamnya yang terasa asing di telinga masyarakat. Perbedaan Bangunan Onshore dan Offshore Bangunan lepas pantai dan darat adalah dua jenis struktur yang dibangun di lokasi yang berbeda. Bangunan lepas pantai dibangun di daratan atau di lautan, sedangkan bangunan darat biasanya terletak di darat. Struktur lepas pantai harus tahan terhadap kondisi laut yang keras, seperti angin kencang, ombak, dan badai. Struktur-struktur ini harus dirancang untuk mampu menahan kondisi ini, yang dapat mencakup dibuat dari beton bertulang atau baja. Sebaliknya, bangunan di darat, tidak perlu dirancang untuk kondisi ekstrem seperti itu; bangunan ini dapat dibangun dengan bahan-bahan seperti kayu dan batu bata. Selain itu, bangunan lepas pantai memerlukan lebih banyak perawatan karena lokasi dan paparan air asin dan elemen lainnya. Struktur di darat biasanya memerlukan lebih sedikit perawatan karena biasanya dibangun di lingkungan yang lebih terlindung. Baca juga 5 Ciri Konstruksi Bangunan Tahan Gempa Kelebihan Bangunan Offshore Sekilas, fasilitas produksi yang dibangun lepas pantai tampak akan memakan biaya yang lebih besar daripada bangunan onshore. Selain itu, daerah lepas pantai juga memiliki resiko yanag tinggi yang dapat membuat kerugian. Lalu, mengapa perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan gas tetap membangun kilang-kilangnya secara lepas pantai? Membangun kilang lepas pantai memiliki banyak keuntungan dari segi eksplorasi dan eksploitasi. Berikut adalah penjelasannya 1. Akses yang lebih mudah ke cadangan minyak dan gas alam Karena kilang dapat berlokasi lebih dekat ke sumber sumber daya, hal ini mengurangi biaya dan waktu transportasi, sehingga proses kerja dapat lebih efisien. 2. Dapat dibangun di daerah yang lebih terpencil Karena sumur atau galian dapat dibangun di daerah terpecil, hal ini memungkinkan kilang berada jauh dari daerah berpenduduk dan mengurangi potensi dampak lingkungan seperti polusi udara. 3. Tidak terpengaruh kondisi cuaca Karena lokasinya di perairan yang lebih dalam, kilang lepas pantai tidak terlalu terpengaruh oleh kondisi cuaca daripada kilang darat, yang menghasilkan peningkatan keamanan dan keandalan operasi. 4. Proses produksi yang efisien Terakhir, karena kilang lepas pantai biasanya lebih besar daripada kilang darat, kilang ini dapat menghasilkan lebih banyak produk olahan dengan efisiensi yang lebih besar. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bangunan offshore adalah bangunan yang ada di tengah-tengah laut lepas. Tentu saja diperlukan perlakuan khusus untuk bisa membentuk konstruksi yang pas dari bangunan offshore itu sendiri. Apalagi bangunan offshore identik dengan kilang minyak untuk pertambangan minyak bumi. Perlu konstruksi yang kuat dan jelas keamanannya agar tidak ada masalah pada kemudian hari. Pada dasarnya, untuk bagian atas dari bangunan offshore adalah kapal yang tidak bergerak. Dengan konstruksi kapal yang tidak bergerak ini, sudah pasti bangunan offshore tetap bisa terapung dengan baik. Sebagai kilang minyak, konstruksi bangunan offshore di bagian bawah, alias yang berada di bawah laut, terhitung rumit. Ada banyak sekali bagian-bagian penting yang harus ada di dalamnya agar bangunan offshore bisa berdiri dengan kokoh. Untuk bagian apa saja dari konstruksi bangunan offshore, berikut adalah daftar lengkapnya Radio tower Telemetry dishes Flare boom Drilling derrick Pedestal crane Helideck Accomodation Lifeboatas Process area Cellar deck Spider deck Pump Caissons Jacket Conductors Conductor guide fram Riser Riser clamp Pile cluster Pipa Bawah Laut Daftar di atas merupakan isi bagian dari konstruksi bangunan offshore yang ada di atas laut hingga di bawah laut. Memang banyak, namun semua bagian tersebut penting. Perlu digarisbawahi kalau daftar bagian konstruksi bangunan offshore di atas merupakan bangunan offshore untuk kilang minyak. Dengan demikian, diperlukan semua bagian di atas agar bisa mendapatkan minyak bumi yang melimpah dan tentunya aman dari masalah yang bisa terkena jika tidak ada salah satu bagian dari konstruksi tersebut. Itulah penjelasan tentang bangunan offshore, perbedaannya dengan bangunan onshore, serta jenis-jenis bangunan yang harus Anda ketahui. Offshore adalah definisi yang merujuk pada bangunan, rig, dan peralatan yang dibangun untuk proses pengeboran minyak dan gas. Offshore adalah metode yang harus Anda tempuh jika Anda ingin melakukan pengeboran minyak dan gas di tengah laut. Recent Articles Apa itu pengeboran lepas pantai? pengeboran lepas pantai adalah kata yang memiliki artinya, silahkan ke tabel berikut untuk penjelasan apa arti makna dan maksudnya. Pengertian pengeboran lepas pantai adalah Subjek Definisi Migas Lemigas Minyak dan Gas ? offshore drilling pengeboran lepas pantai Pengeboran yang dilakukan di laut atau di danau besar.ep Definisi ? semoga dapat membantu walau kurangnya jawaban pengertian lengkap untuk menyatakan artinya. pada postingan di atas pengertian dari kata “pengeboran lepas pantai” berasal dari beberapa sumber, bahasa, dan website di internet yang dapat anda lihat di bagian menu sumber. Istilah Umum Istilah pada bidang apa makna yang terkandung arti kata pengeboran lepas pantai artinya apaan sih? apa maksud perkataan pengeboran lepas pantai apa terjemahan dalam bahasa Indonesia Jenis Pipa Dari sekian jenis pembuatan pipa secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu 1. Jenis pipa tanpa sambungan pembuatan pipa tanpa sambungan pengelasan 2. Jenis pipa dengan sambungan pembuatan pipa dengan pengelasan

pengertian pengeboran minyak lepas pantai